IHSG Makin Ngebut! 4 Hari Berturut-Turut Ditutup Menguat

Jakarta, BFDCnews.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Ini jadi reli hari keempat berturut-turut bagi pasar saham Indonesia.

IHSG ditutup naik 81,85 poin atau 1,15% ke level 7.174,32. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 370 saham menguat, 315 melemah, dan 274 bergerak stagnan.

Aktivitas transaksi juga cukup ramai. Nilai transaksi mencapai Rp22,59 triliun dengan volume perdagangan 39,55 miliar saham dalam 2,63 juta kali transaksi. Sementara kapitalisasi pasar BEI tercatat mencapai Rp12.782 triliun.

Mengacu data Refinitiv, ada empat sektor utama yang paling menopang penguatan IHSG hari ini, yakni sektor teknologi yang naik 3,88%, finansial 3,28%, kesehatan 2,29%, dan properti 2,18%.

Saham perbankan jadi motor utama penguatan indeks. Saham Bank Central Asia (BBCA) menyumbang sekitar 25,76 poin ke IHSG setelah naik 4,62%. Sementara Bank Rakyat Indonesia (BBRI) ikut menyumbang 23,52 poin dengan kenaikan 4,75%.

Selain itu, Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) juga ikut mendongkrak IHSG masing-masing sebesar 10,17 poin dan 4,86 poin.

Dari sektor teknologi, saham Mora Telematika (MORA) dan DCI Indonesia (DCII) juga masuk jajaran penggerak utama pasar hari ini.

Sentimen positif tak hanya terjadi di Indonesia. Mayoritas bursa Asia juga kompak menghijau. Indeks Nikkei Jepang melonjak paling tinggi hingga 5,58%, disusul Taiwan yang naik 1,93% dan Hang Seng Hong Kong 1,57%. Sementara Kospi Korea Selatan naik 1,43% dan Shenzhen menguat 1,18%.

Pelaku pasar tampaknya mulai lebih optimistis melihat perkembangan konflik di Timur Tengah. Iran disebut sedang meninjau proposal perdamaian dari Amerika Serikat yang berpotensi mengakhiri perang secara resmi. Meski begitu, isu besar seperti program nuklir Iran dan pembukaan Selat Hormuz masih jadi pembahasan utama.

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan operasi militer AS bernama Operation Epic Fury bisa dihentikan jika Iran menyetujui kesepakatan yang diajukan.

Meredanya ketegangan geopolitik ikut membuat harga minyak dunia jatuh cukup dalam. Harga minyak WTI turun 7,03% ke US$95,08 per barel, sementara Brent ambles 7,83% ke level US$101,27 per barel.

Dari dalam negeri, pemerintah juga baru menerbitkan aturan baru terkait ekspor lewat Permendag No. 12 Tahun 2026 yang mulai berlaku sejak 29 April lalu. Aturan ini memperluas pengendalian ekspor untuk berbagai komoditas, mulai dari beras, produk hewan, perikanan, hingga hasil tambang.

Selain itu, kewenangan untuk menangguhkan hingga mencabut izin ekspor kini juga bisa diusulkan kementerian atau lembaga terkait melalui rapat koordinasi lintas kementerian.

Pemerintah menegaskan aturan ini dibuat untuk memastikan aktivitas ekspor tetap berjalan seimbang dengan kebutuhan dalam negeri dan kepentingan nasional.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.