IHSG Tancap Gas Sampai Sore, Melesat 6,5% Jelang Penutupan

Jakarta, BFDCnews.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin menggila pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Hingga pukul 15.19 WIB, IHSG melesat 6,5% ke level 5.692,85 setelah sejak pagi terus bergerak di zona hijau.

Penguatan kali ini terbilang cukup merata. Sebanyak 657 saham menguat, 126 saham melemah, dan 176 saham bergerak datar. Nilai transaksi juga terbilang jumbo, mencapai Rp21,59 triliun dengan volume perdagangan 34,54 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,26 juta transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar naik menjadi Rp9.952 triliun.

Sebelumnya, menjelang penutupan sesi pertama, IHSG sempat melompat hingga 5%. Namun laju penguatan sempat sedikit tertahan setelah pelaku pasar merespons keputusan mendadak Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan kenaikan suku bunga tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya gejolak global, terutama akibat konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah. Selain itu, kebijakan ini juga ditujukan untuk menjaga inflasi tetap berada dalam target pemerintah sebesar 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027.

Menurut Perry, langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia sehingga mendorong masuknya aliran dana asing ke pasar domestik.

Sebelum reli besar terjadi, pasar lebih dulu mendapatkan sentimen positif dari pertemuan antara Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas), serta sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dalam pertemuan itu hadir Ketua Himbara yang juga Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setiawan, Ketua Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.

Dasco mengatakan DPR melakukan koordinasi dan evaluasi terkait kondisi perbankan nasional. Dari hasil diskusi yang dilakukan, sektor perbankan Indonesia dinilai masih berada dalam kondisi yang baik.

“Kami sudah mendapatkan informasi mengenai kondisi perbankan saat ini dan berdasarkan hasil diskusi, perkembangannya sangat bagus,” kata Dasco.

Di sisi lain, sentimen global juga mulai membaik dibandingkan saat pasar dihantam aksi jual besar beberapa waktu lalu. Meski rupiah masih berada di kisaran Rp18.160 per dolar AS, tekanan terhadap mata uang Garuda mulai mereda.

Kombinasi sentimen positif dari sektor perbankan, langkah BI menjaga stabilitas pasar, serta meredanya kekhawatiran terhadap rupiah membuat investor kembali berani masuk ke pasar saham. Hasilnya, IHSG pun melesat tajam dan mencatat salah satu penguatan terbesar dalam beberapa waktu terakhir.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.