Pekan Krusial! Badai Data China dan AS Siap Guncang Pasar RI

Pekan Krusial! Badai Data China dan AS Siap Guncang Pasar RI

Jakarta, BFDCNews.com – Pasar keuangan Indonesia menutup perdagangan Jumat (10/7/2026) dengan hasil positif. IHSG, rupiah, hingga Surat Berharga Negara (SBN) sama-sama menguat, meski sentimen global masih dibayangi memanasnya konflik di Timur Tengah.

IHSG ditutup naik 0,20% ke level 5.924,36. Sebanyak 364 saham menguat, sementara 241 saham melemah. Meski begitu, aktivitas perdagangan masih tergolong sepi dengan nilai transaksi mencapai Rp8,86 triliun. Investor asing juga masih melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp421,7 miliar, sehingga total dana asing yang keluar sepanjang tahun (year to date) mencapai Rp76,15 triliun.

Penguatan IHSG ditopang oleh saham-saham sektor barang baku, properti, energi, dan keuangan. Di sisi lain, sektor teknologi dan infrastruktur masih menjadi pemberat.

Rupiah juga berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda ditutup di Rp18.045 per US$, menguat 0,14% dibanding perdagangan sebelumnya. Penguatan ini didorong oleh melemahnya indeks dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan turunnya harga minyak dunia.

Di pasar obligasi, investor mulai kembali memburu SBN. Hal ini terlihat dari turunnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun menjadi 7,221%, yang menandakan harga obligasi naik.

Meski penutupan pekan lalu cukup positif, tantangan pasar belum berakhir. Sepanjang pekan ini, investor akan mencermati berbagai data penting dari China dan Amerika Serikat, termasuk perkembangan kebijakan suku bunga The Fed. Dari dalam negeri, pelaku pasar juga akan memantau sejumlah indikator ekonomi yang berpotensi memengaruhi arah IHSG, rupiah, dan pasar obligasi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.