Money Changer Antisipasi Pelemahan Rupiah, Dolar Dijual Rp 17.000

Money Changer

Jakarta – Sejumlah money changer di kawasan Jakarta Pusat terlihat mulai menaikkan harga jual dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan, ada yang sudah mematok harga di atas Rp 17.000 per dolar, meski nilai tukar rupiah di pasar spot belum menyentuh level tersebut.

Mengacu pada data Bloomberg, Senin (19/1/2026), rupiah berada di posisi Rp 16.954 per dolar AS. Sejak pembukaan perdagangan di level Rp 16.892, mata uang AS terus bergerak menguat sepanjang hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan, beberapa money changer sudah lebih dulu mengantisipasi pergerakan tersebut. Money Changer Ayu Masagung, misalnya, menjual dolar AS di harga Rp 17.050 per dolar. Hal serupa juga terlihat di Daffa Money Changer kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, yang mematok harga jual di level yang sama sekitar pukul 13.40 WIB.

Meski begitu, pihak money changer menyebut harga tersebut masih bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar yang cukup fluktuatif.

“Harganya bisa berubah-ubah. Untuk jam segini masih di Rp 17.050,” ujar salah satu karyawan money changer.

Sebelumnya, pelemahan rupiah terjadi seiring meningkatnya tekanan di pasar keuangan global. Rupiah sempat bergerak di kisaran Rp 16.872 per dolar AS sebelum kembali melemah.

Bank Indonesia menyebut tekanan terhadap rupiah dipicu oleh berbagai faktor eksternal, mulai dari eskalasi tensi geopolitik global, kekhawatiran soal independensi bank sentral di sejumlah negara maju, hingga ketidakpastian arah kebijakan moneter The Federal Reserve. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya kebutuhan valuta asing di dalam negeri pada awal tahun.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.