Utang Bank yang Nganggur Makin Numpuk, Sekarang Sudah Tembus Rp 2.506 Triliun

Utang Bank yang Nganggur Makin Numpuk, Sekarang Sudah Tembus Rp 2.506 Triliun

Jakarta – Duit kredit yang sudah disiapkan bank tapi belum dipakai alias undisbursed loan makin numpuk. Bank Indonesia (BI) mencatat nilainya sudah tembus Rp 2.506,47 triliun per Januari 2026. Angka itu setara 22,65% dari total plafon kredit yang tersedia, naik dari Desember 2025 yang masih Rp 2.439,2 triliun.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, bilang pemanfaatan kredit ini sebenarnya masih bisa digenjot lagi, terutama dari sisi permintaan. Soalnya fasilitas pinjaman yang belum dipakai jumlahnya masih besar banget.

“Pemanfaatan pembiayaan perbankan bisa terus ditingkatkan, terutama untuk mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan yang nilainya sudah Rp 2.506,47 triliun,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (19/2/2026).

Dari sisi bank sendiri, sebenarnya kemampuan buat ngasih kredit masih aman. Likuiditas perbankan terjaga, terlihat dari rasio AL/DPK yang ada di level 27,54%. Dana pihak ketiga (DPK) juga masih tumbuh 13,48% secara tahunan (yoy) pada Januari 2026.

Kabar baiknya, minat bank buat nyalurin kredit juga makin oke. Ini kelihatan dari syarat kredit yang makin longgar. Tapi, khusus kredit konsumsi dan UMKM, bank masih agak hati-hati karena risiko kredit di dua segmen itu masih cukup tinggi.

Secara keseluruhan, kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh 9,96% (yoy), sedikit lebih tinggi dibanding Desember 2025 yang 9,69%. Pertumbuhan ini ditopang kredit investasi yang melonjak 22,38%, kredit modal kerja naik 4,13%, dan kredit konsumsi tumbuh 6,58%.

BI sendiri memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 bakal ada di kisaran 8–12%. Ke depan, BI bakal terus koordinasi dengan pemerintah dan KSSK buat memperbaiki struktur suku bunga sekaligus mendorong pertumbuhan kredit perbankan.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.