Jakarta, BFDCnews.com — Harga minyak dunia balik naik tajam dan tembus US$100 per barel di Senin (13/4), setelah Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai.
Situasi makin panas karena setelah negosiasi gagal, Angkatan Laut AS berencana memblokir kapal-kapal yang menuju Iran lewat Selat Hormuz.
Harga Minyak Langsung Ngegas
Menurut laporan Reuters:
- Minyak Brent naik sekitar 7% ke US$101,91 per barel
- Minyak WTI AS juga naik hampir 8% ke US$104,16 per barel
Kenaikan ini bikin pasar energi balik ke kondisi sebelum gencatan senjata.
Selat Hormuz Jadi Sorotan
AS disebut bakal membatasi aliran minyak Iran yang lewat Selat Hormuz, yang volumenya bisa sampai 2 juta barel per hari.
Kebijakan ini berlaku untuk semua kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran di kawasan Teluk, tapi kapal yang menuju negara lain masih boleh lewat.
Tekanan ke Pasokan Minyak
Analis menilai langkah ini bakal bikin pasokan minyak Iran makin tertekan.
Di sisi lain, negara-negara yang bergantung pada minyak Iran kemungkinan bakal mendorong supaya jalur pelayaran tetap dibuka.
Tapi Iran juga nggak tinggal diam. Garda Revolusi Iran memperingatkan kalau kapal militer yang mendekat ke Selat Hormuz bisa dianggap melanggar dan bakal ditindak tegas.
Kapal Mulai Hindari Jalur Ini
Meski situasi lagi tegang, sempat ada tiga kapal tanker besar yang berhasil lewat Selat Hormuz pada Sabtu (11/4). Itu jadi kapal pertama yang keluar dari Teluk setelah gencatan senjata sebelumnya.
Tapi sekarang, mulai banyak kapal tanker yang memilih menghindari jalur tersebut, terutama menjelang rencana blokade dari AS.
