BFDCnews.com — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi nggak akan naik sampai akhir tahun, bahkan diupayakan tetap stabil dalam jangka panjang.
Pernyataan ini disampaikan setelah Bahlil melaporkan hasil pertemuannya dengan delegasi Rusia ke Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kerja sama tersebut berdampak positif buat memperkuat cadangan energi nasional, yang ikut bantu menjaga harga BBM tetap stabil.
“Sudah ada arahan dari Presiden, harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai akhir tahun, bahkan diupayakan tetap begitu ke depannya,” kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta.
Kondisi Masih Aman
Bahlil menjelaskan, kondisi keuangan negara saat ini masih cukup kuat buat menahan dampak kenaikan harga minyak dunia.
Dia menyebut, harga minyak mentah Indonesia (ICP) sejak awal 2026 rata-rata ada di sekitar USD77 per barel. Angka ini memang sedikit di atas asumsi APBN yang dipatok USD70 per barel, tapi masih dianggap aman.
“Naiknya baru sekitar USD7, jadi masih bisa ditopang,” jelasnya.
Pasokan Energi Diperkuat
Selain itu, kesepakatan impor BBM dari Rusia juga jadi salah satu langkah buat memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Saat ini, Indonesia punya dua sumber utama impor minyak:
- Amerika Serikat (lewat kontrak kerja sama)
- Rusia (yang baru disepakati)
Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan negara lain selama menguntungkan.
“Semua opsi kita ambil selama itu bagus buat negara,” kata Bahlil.
Langkah ini diharapkan bisa bikin belanja negara lebih efisien sekaligus meredam tekanan dari naiknya harga energi global.
Kebutuhan Minyak Masih Tinggi
Bahlil juga mengingatkan, kebutuhan minyak Indonesia cukup besar, sekitar 300 juta barel per tahun atau 1,6 juta barel per hari.
Sementara itu, produksi dalam negeri baru sekitar 600 ribu barel per hari, jadi masih harus ditutup lewat impor.
Meski begitu, pemerintah memastikan pasokan minyak untuk kebutuhan hingga akhir tahun tetap aman.
“Yang penting kebutuhan sampai akhir tahun aman, itu sudah kami pastikan,” tutupnya
