BFDCnews.com – Bursa saham Asia mayoritas dibuka menguat di awal pekan, Senin (20/4/2026), meskipun situasi antara Amerika Serikat dan Iran lagi panas-panasnya.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik sekitar 0,6% ke atas 58.800, sementara Topix ikut menguat 0,8% ke 3.790. Ini jadi tanda pasar mulai pulih setelah sempat turun sebelumnya, walau tensi geopolitik makin tinggi.
Masalahnya, situasi makin memanas setelah AS menyita kapal kargo Iran di Teluk Oman. Iran pun kembali menegaskan kontrolnya atas Selat Hormuz—jalur penting buat pengiriman energi dunia.
Gangguan di jalur ini bikin pasar khawatir:
- Pasokan energi bisa terganggu
- Harga minyak berpotensi naik
- Inflasi bisa ikut terdorong
Negara seperti Jepang yang banyak impor energi jadi cukup rentan kena dampaknya.
Korea Selatan Ikut Ngebut
Di Korea Selatan, indeks KOSPI malah melonjak lebih dari 1% ke sekitar 6.260, lanjut tren positifnya.
Saham teknologi jadi motor utama kenaikan, terutama:
- SK hynix naik sekitar 3%
- Samsung Electronics ikut naik tipis
- LG Energy Solution dan SK Square juga menguat
Sentimen positif datang dari ekspektasi kinerja teknologi, khususnya yang berkaitan dengan AI, plus potensi masuknya dana asing ke pasar Korea.
Australia Melemah, China & Hong Kong Naik
Berbeda dengan negara lain, pasar Australia justru turun. Indeks utamanya melemah sekitar 0,4%, lanjut tren negatif dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu:
- China: indeks Shanghai naik sekitar 0,52%
- Hong Kong: Hang Seng Index naik 0,55%
- Singapura: indeks Straits Times turun tipis 0,13%
