Dolar Jadi Incaran Orang Kaya RI, Simak Fakta Terbarunya

Dolar Jadi Incaran Orang Kaya RI, Simak Fakta Terbarunya

Jakarta, BFDCnews.com – Tren menabung dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) semakin diminati, terutama oleh nasabah dengan dana jumbo. Kondisi ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah yang masih berada di bawah tekanan terhadap dolar AS.

Berdasarkan data distribusi rekening simpanan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah rekening dolar AS mencapai 8.918.054 rekening per Mei 2026. Angka tersebut melonjak 58,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan kini menyumbang sekitar 1,3% dari total rekening simpanan masyarakat Indonesia.

Sebagai perbandingan, jumlah rekening simpanan rupiah hanya tumbuh 8,4% yoy menjadi 673.138.861 rekening, atau sekitar 98,7% dari total rekening yang tercatat.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengungkapkan lonjakan tersebut terutama berasal dari rekening dolar dengan saldo simpanan di atas Rp5 miliar.

“Yang jumlah di atas Rp5 miliar yang naik. Ya itu naik kelas, cuma jumlahnya memang naik,” ujar Anggito di sela Seminar Nasional & Pelantikan ISEI Jakarta Komisariat PERBANAS, Selasa (28/7/2026).

Meski begitu, Anggito menilai peningkatan rekening dolar belum dipengaruhi oleh kebijakan baru mengenai Devisa Hasil Ekspor (DHE). Menurutnya, dana hasil ekspor baru diperkirakan mulai banyak masuk ke perbankan pada September 2026.

“Belum, kan DHE baru efektif September ya uangnya masuk,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Hery Gunardi, sebelumnya menyebut kebijakan DHE memang berpotensi mendorong kenaikan rekening dolar, terutama di bank-bank Himbara.

“Kalau dana hasil ekspor kembali ke dalam negeri dan ditempatkan di bank, tentu rekening dolar akan meningkat,” kata Hery.

Tak hanya jumlah rekening, nilai simpanan dalam valuta asing (valas) juga ikut tumbuh pesat. Hingga Mei 2026, total simpanan valas tercatat setara Rp1.714,76 triliun, naik 18,7% yoy, dengan porsi sekitar 16,6% dari total simpanan masyarakat.

Sementara itu, total simpanan dalam rupiah masih mendominasi dengan nilai Rp8.615,16 triliun, atau sekitar 83,4% dari keseluruhan simpanan. Meski naik 12,4% yoy, pertumbuhannya masih lebih rendah dibandingkan simpanan valas.

Di saat yang sama, rupiah kembali melemah terhadap dolar AS. Berdasarkan data perdagangan Selasa (28/7/2026), rupiah dibuka di level Rp18.060 per dolar AS, melemah 0,33% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan ini memperpanjang tekanan setelah sehari sebelumnya rupiah juga ditutup turun 0,36% dan kembali menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.