IHSG Dibuka Naik 0,39% ke 7.663 Pagi Ini

Jakarta, BFDCnews.com – Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG dibuka menguat tipis di awal pekan ini, Senin (20/4/2026). Indeks naik sekitar 0,39% ke level 7.663,39.

Di pembukaan, ada 281 saham naik, 89 turun, dan 319 stagnan. Nilai transaksi juga sudah tembus Rp189,84 miliar dari lebih dari 330 juta saham yang diperdagangkan. Kapitalisasi pasar ikut naik ke sekitar Rp13.703 triliun.

Pasar Masih Was-Was

Meski dibuka hijau, pergerakan pasar keuangan Indonesia diprediksi masih bakal naik-turun (volatile) sepanjang minggu ini. Penyebab utamanya masih dari luar negeri, terutama konflik di Timur Tengah.

Situasi makin panas setelah Iran kembali memblokade Selat Hormuz—jalur penting yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Padahal sebelumnya sempat ada wacana gencatan senjata.

Di satu sisi, pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat disebut ada kemajuan. Bahkan Presiden Donald Trump bilang ada “percakapan yang sangat baik”. Tapi di sisi lain, kedua pihak masih beda pendapat soal isu besar seperti nuklir dan akses Selat Hormuz.

Ketegangan makin meningkat setelah AS menyita kapal kargo Iran, dan Iran langsung mengancam bakal membalas. Alhasil, pasar jadi deg-degan karena risiko konflik makin besar.

Efek ke Pasar Global

Kondisi ini langsung berdampak ke pasar global:

  • Harga minyak melonjak (Brent naik sekitar 7% ke US$96,85/barel)
  • Futures saham AS ikut melemah
  • Investor cenderung lebih hati-hati

Perang yang sudah masuk minggu ke-8 ini bahkan disebut-sebut sebagai salah satu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah.

Fokus ke Bank Indonesia

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga lagi nunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pekan ini.

Sebelumnya, BI masih menahan suku bunga di level 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global. Dengan inflasi yang naik dan ekonomi yang masih cukup kuat, BI dinilai masih punya ruang buat atur kebijakan.

Pasar Asia & Wall Street

Di kawasan Asia, pergerakan saham cenderung campur-campur:

  • Korea Selatan: Kospi naik, Kosdaq turun
  • Jepang: Nikkei & Topix kompak menguat
  • Australia: melemah

Sementara itu di AS, futures indeks saham utama seperti Dow Jones dan S&P 500 justru turun, tanda investor lagi berhati-hati.

Padahal di akhir pekan lalu, bursa AS sempat rally:

  • S&P 500 naik 1,2%
  • Nasdaq bahkan mencatat kenaikan panjang selama 13 hari berturut-turut
No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.