IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Makin Kencang

IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Makin Kencang

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin tertekan di perdagangan Kamis (2/4/2026). Sampai pukul 09.23 WIB, IHSG turun sekitar 1% ke level 7.112,46, nunjukin tekanan jual yang makin kuat di pasar.

Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang lagi kurang oke, apalagi setelah pernyataan terbaru Presiden AS, Donald Trump, soal kelanjutan konflik dengan Iran.

Dari data perdagangan, IHSG sempat bergerak di kisaran 7.106,47 sampai 7.161,80 di awal sesi. Nilai transaksi juga sudah lumayan besar, tembus Rp2,72 triliun, dengan volume 5,03 miliar saham dan frekuensi transaksi 348 ribu kali.

Kalau dilihat dari pergerakan saham, yang turun jauh lebih banyak. Ada 370 saham melemah, cuma 221 yang naik, dan 367 stagnan. Ini nunjukin tekanan jual memang mendominasi hampir semua sektor.

Bukan cuma di Indonesia, bursa Asia juga kompak melemah. Sentimen “risk-off” lagi terasa kuat di pasar global. Setelah sempat naik di awal, bursa Asia langsung berbalik turun usai pidato Trump.

Indeks Kospi di Korea Selatan jatuh 2,85%, Nikkei di Jepang turun 1,4%, dan Hang Seng di Hong Kong ikut melemah 0,86%.

Sebelumnya, Trump menegaskan operasi militer bertajuk “Epic Fury” di Iran bakal terus lanjut sampai semua target tercapai. Bahkan, dia bilang dalam dua sampai tiga minggu ke depan, AS bakal melancarkan serangan yang “sangat keras”.

“Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu,” katanya dalam pidato di Gedung Putih.

Meski begitu, dia menegaskan pergantian rezim bukan tujuan utama, walaupun banyak pemimpin Iran disebut sudah tewas. Trump juga memperingatkan, kalau nggak ada kesepakatan dalam waktu dekat, AS siap menyerang infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik.

Ia juga mengklaim pertahanan udara Iran sudah lumpuh total. “Mereka tidak punya pertahanan udara. Radar mereka hancur. Kita tak terhentikan,” ujarnya.

Di sisi lain, dampak konflik ini juga bikin harga minyak kembali naik. Berdasarkan data dari Refinitiv pukul 09.17 WIB, harga Brent naik lebih dari 4% ke US$105,61 per barel.

Sementara itu, minyak jenis WTI juga ikut naik sekitar 3,95% ke level US$97,44 per barel. Kondisi ini makin nunjukin kalau pasar global lagi sensitif banget sama perkembangan geopolitik.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.