BFDCnews.com – Harga emas dunia naik 2,5 persen pada Rabu pagi (8/4/2026), seiring membaiknya sentimen pasar setelah muncul kabar gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harga emas spot tercatat di level USD4.810 per troy ons, sementara perak spot ikut melonjak 5,5 persen ke USD75,37 per ons.
Mengutip Reuters, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sepakat menghentikan sementara pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua pekan. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih panjang.
Kabar ini langsung disambut positif oleh pasar karena dinilai bisa meredakan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, sekaligus membuka peluang pulihnya ekspor minyak dan gas dari wilayah Teluk.
Laporan dari CNN menyebut Israel telah menyetujui gencatan senjata yang diumumkan Trump lewat Truth Social, dengan mengutip pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya.
Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa Iran menerima proposal gencatan senjata dua pekan yang diajukan oleh Pakistan. Proposal itu juga disebut sudah disetujui oleh pemimpin tertinggi baru Iran.
Media pemerintah Iran, seperti dikutip Reuters, juga melaporkan bahwa Dewan Keamanan Tertinggi Iran telah menyampaikan proposal 10 poin kepada AS melalui Pakistan. Iran pun menyebut pembicaraan lanjutan dengan AS akan digelar di Islamabad, Pakistan.
Efeknya langsung terasa di pasar global. Harga minyak mentah AS (WTI) anjlok 9 persen ke USD103 per barel, sementara pasar saham dan obligasi justru menguat.
Kontrak berjangka obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga ikut naik, menandakan investor mulai kembali memburu aset aman di tengah perubahan sentimen pasar.
Di sisi lain, futures juga menunjukkan peluang penguatan di pasar saham Asia, yang sebelumnya sempat tertekan akibat konflik perang dan lonjakan harga energi.
