Menanggapi Laporan Terbaru Moody’s, Kantor Purbaya & BI Beri Respons

Catatan Buruk 20 Tahun, Purbaya Tanggapi Defisit NPI 2025

Jakarta – Lembaga pemeringkat kredit Moody’s menurunkan outlook rating Indonesia dari stable menjadi negative. Meski begitu, Moody’s masih mempertahankan rating utang Indonesia di level Baa2.

Perubahan outlook ini didasari penilaian Moody’s yang melihat prediktabilitas kebijakan di Indonesia menurun. Kondisi tersebut dinilai berpotensi melemahkan efektivitas kebijakan serta kualitas tata kelola pemerintahan.

Menanggapi hal itu, kantor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung mengeluarkan pernyataan resmi. Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa penilaian Moody’s tersebut dilakukan setelah rangkaian asesmen melalui kunjungan ke Jakarta pada 27–29 Januari 2026.

Dalam kunjungan itu, Moody’s disebut telah berdiskusi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, mulai dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, BP BUMN, OJK, Danantara, hingga Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Kemenkeu mengakui, dalam asesmen tersebut Moody’s menyoroti pentingnya menjaga kepastian arah kebijakan, memperkuat komunikasi publik, serta meningkatkan koordinasi antar kementerian dan lembaga, terutama di tengah berbagai perubahan kebijakan yang sedang berlangsung.

Selain itu, Moody’s juga menekankan pentingnya memperkuat basis penerimaan negara guna mendukung belanja prioritas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

“Pemerintah mengapresiasi asesmen Moody’s yang tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, meskipun outlook disesuaikan dari stabil menjadi negatif,” tulis Kementerian Keuangan.

Pemerintah menegaskan akan terus melanjutkan transformasi ekonomi dan mengoptimalkan seluruh mesin pertumbuhan. Berbagai potensi risiko disebut akan terus dikelola dengan baik, termasuk dengan mengatasi berbagai hambatan yang mengganggu aktivitas usaha.

Di sisi lain, Pemerintah bersama Bank Indonesia juga berkomitmen menjaga stabilitas harga, nilai tukar, dan pasar keuangan. Sinergi kebijakan fiskal, moneter, serta peran Danantara akan terus diperkuat.

Dengan konsistensi kebijakan tersebut, Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi bisa terus dipacu dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Indikasi perbaikan ekonomi pun sudah terlihat sejak Semester II 2025, yang tercermin dari sejumlah indikator yang membaik. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan IV 2025 tercatat mencapai 5,39%, melampaui ekspektasi pasar.

Pemerintah juga optimistis kinerja ekonomi akan terus membaik, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat serta investasi yang terus tumbuh di berbagai sektor, sebagai cerminan kepercayaan investor yang semakin kuat.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengakui bahwa revisi outlook dipengaruhi oleh pandangan Moody’s terhadap risiko menurunnya kepastian kebijakan. Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi Indonesia.

Menurut Perry, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, kondisi ekonomi domestik tetap solid. Sepanjang 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,1%, dengan inflasi terjaga di level 2,92% dan nilai tukar rupiah yang terus diperkuat melalui kebijakan BI.

Stabilitas sistem keuangan juga dinilai tetap terjaga, ditopang oleh likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang kuat, serta risiko kredit yang rendah. Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran yang didukung infrastruktur stabil turut menopang pertumbuhan ekonomi.

Moody’s sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada di kisaran 5% dalam jangka pendek hingga menengah. Defisit fiskal diperkirakan tetap terjaga di bawah 3% PDB, sementara rasio utang pemerintah dinilai relatif rendah dibanding negara sekelas.

Meski begitu, Moody’s menilai Indonesia masih perlu terus meningkatkan basis penerimaan negara. Upaya Pemerintah untuk memperbaiki efisiensi administrasi perpajakan dan kepabeanan pun mendapat apresiasi.

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan demi menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan koordinasi erat bersama Pemerintah dan KSSK.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.