Rupiah Melemah, Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp16.850–16.890 per USD
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (12/1/2026) ditutup melemah 36 poin di level Rp16.855 per USD. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.850–Rp16.890 per USD.
Menurut Ibrahim, penguatan indeks dolar AS dipicu oleh meningkatnya gejolak di Iran, menyusul aksi protes pemerintah yang menelan korban jiwa. Faktor lain yang memengaruhi adalah ketidakpastian politik di AS, setelah Departemen Kehakiman memberi sinyal kemungkinan dakwaan pidana terhadap The Federal Reserve.
Data ekonomi AS juga mendorong harga emas dunia naik. “Data pekerjaan yang lebih lemah memperkuat tanda pendinginan pasar tenaga kerja dan spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut tahun ini,” jelas Ibrahim.
Di dalam negeri, rupiah juga dipengaruhi oleh kinerja penjualan eceran yang dirilis Bank Indonesia (BI). BI mencatat penjualan eceran naik 1,5% secara bulanan pada November 2025, lebih tinggi dibanding Oktober 2025 yang hanya tumbuh 0,6%.
Sementara itu di pasar saham, IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884,72. Nilai transaksi tercatat Rp39,95 triliun dengan volume 71,79 miliar saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 5,01 juta kali.
