HRTA Catat Laba Melejit 121% di 2025

Jakarta — Kinerja PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) di 2025 bisa dibilang lagi “ngebut”. Laba bersihnya melonjak 121% dibanding tahun sebelumnya, tembus Rp979,6 miliar dari Rp442,7 miliar di 2024.

Dari angka itu, hampir semuanya jadi jatah pemilik induk (Rp978,49 miliar), sementara sisanya Rp1,11 miliar untuk kepentingan non-pengendali.

Lonjakan laba ini nggak lepas dari penjualan yang juga naik gila-gilaan. Sepanjang 2025, penjualan neto HRTA tumbuh 144% jadi Rp44,5 triliun, dari sebelumnya Rp18,23 triliun.

Di sisi lain, meski bisnis lagi ekspansi, perusahaan tetap bisa jaga efisiensi biaya. Beban pokok pendapatan memang naik jadi Rp42,63 triliun (naik 148,8%), tapi masih sejalan dengan pertumbuhan bisnis. Hasilnya, laba kotor ikut naik ke Rp1,92 triliun dari Rp1,09 triliun di tahun sebelumnya.

Laba komprehensif juga ikut naik 121% ke Rp978,5 miliar. Bahkan, laba per saham (EPS) ikut terdongkrak cukup signifikan, dari Rp96,02 jadi Rp212,47.

Dari sisi kas, kondisinya juga makin kuat. Arus kas operasional yang sebelumnya minus Rp423,6 miliar, sekarang berbalik positif jadi Rp1,14 triliun.

Yang paling mencolok, posisi kas dan bank di akhir tahun melonjak 616% jadi Rp1,53 triliun—dari sebelumnya cuma Rp213,55 miliar.

Total aset perusahaan per akhir 2025 juga naik tajam jadi Rp12,6 triliun (naik 111% yoy). Kenaikan ini didorong oleh lonjakan persediaan, kas, serta peningkatan piutang dan pinjaman yang diberikan.

Di sisi lain, liabilitas ikut naik cukup besar, 160% jadi Rp9,37 triliun. Ini sejalan dengan ekspansi yang didanai dari obligasi dan pinjaman bank.

Sementara itu, ekuitas tumbuh 37% jadi Rp3,23 triliun, mencerminkan laba yang terus diakumulasi, meskipun perusahaan tetap membagikan dividen.

Singkatnya, 2025 jadi tahun yang sangat solid buat HRTA—penjualan naik, laba melonjak, dan posisi kas makin tebal.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.