RI Masuk Top 4% Dunia, Peringkat 8 dari 193 Negara di Global Outsourcing Talent Index 2026

BFDCnews.com, JAKARTA — Posisi Indonesia sebagai “markas” outsourcing global makin kuat. Kombinasi biaya tenaga kerja yang relatif murah dan jumlah talenta yang besar jadi modal utama, walaupun masih ada PR di bahasa Inggris dan infrastruktur digital.

Hal ini terlihat dari laporan 2026 Global Outsourcing Talent Index yang dirilis Ataraxis. Di laporan tersebut, Indonesia nangkring di peringkat 8 dari 193 negara—alias masuk top 4% dunia.

Data di laporan itu nunjukin kalau Indonesia punya keunggulan di biaya tenaga kerja (skor 96/100) dan ketersediaan talenta (skor 80). Bahkan, dari sisi talenta, Indonesia ngalahin beberapa negara tujuan outsourcing besar seperti China dan Malaysia.

Menariknya lagi, Indonesia juga unggul dari negara-negara G7 dan Uni Eropa, termasuk AS, Jerman, dan Jepang, dalam hal daya saing outsourcing.

Di ASEAN, Indonesia Masuk Tiga Besar

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia ada di posisi ketiga, di bawah Filipina dan Malaysia. Tapi secara global, Indonesia masih lebih unggul dibanding Vietnam, Thailand, bahkan Singapura.

Bareng Filipina dan Malaysia, Indonesia juga termasuk sedikit negara yang bisa dapat skor di atas 60 untuk semua indikator utama—mulai dari biaya tenaga kerja, bahasa Inggris, talenta, infrastruktur digital, sampai stabilitas bisnis.

Masih Ada PR di Bahasa Inggris

Meski begitu, nggak semuanya mulus. Kemampuan bahasa Inggris masih jadi salah satu kelemahan Indonesia, terutama kalau dibandingin sama Filipina yang jadi pemain nomor satu di indeks ini.

Contohnya, dibanding Thailand: skor talenta sama-sama 80, tapi Thailand jauh tertinggal karena kemampuan bahasa Inggrisnya rendah. Indonesia sendiri masih lebih baik, tapi tetap belum maksimal.

Vietnam yang sering disebut pesaing juga masih tertinggal di beberapa aspek, terutama infrastruktur digital dan stabilitas bisnis.

Sementara itu, Singapura—yang dikenal sebagai pusat bisnis—justru ada di posisi bawah (peringkat 177). Penyebab utamanya simpel: biaya tenaga kerja yang terlalu mahal, jadi kurang kompetitif untuk outsourcing.

Apa Sih yang Dinilai?

Indeks ini ngukur daya saing negara untuk jadi basis outsourcing berdasarkan lima faktor utama:

  • biaya tenaga kerja
  • kemampuan bahasa Inggris
  • ketersediaan talenta
  • infrastruktur digital
  • stabilitas bisnis & politik

Dari situ, tiap negara dikasih skor dan diranking secara global.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.