Rupiah Melemah Lagi, Dolar AS Naik ke Rp17.365

Jakarta, BFDCnews.com — Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin (4/5/2026).

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup turun 0,35% ke level Rp17.365/US$. Angka ini sekaligus menjadi level penutupan terlemah rupiah sejauh ini. Dengan kondisi tersebut, rupiah sudah melemah empat hari berturut-turut.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat ke 98,242, yang menandakan dolar masih cukup dominan terhadap mata uang utama dunia.

Tekanan dari Dalam Negeri

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan (mtm), dengan inflasi tahunan berjalan di level 1,06%.

Tekanan inflasi terutama datang dari sektor transportasi yang naik 0,99% dan memberi kontribusi 0,12% terhadap inflasi. Selain itu, sektor makanan dan minuman/restoran juga ikut naik 0,69%.

Kenaikan ini banyak dipengaruhi oleh tarif transportasi seperti tiket pesawat serta penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Kondisi tersebut ikut terdorong oleh harga minyak dunia yang masih tinggi akibat tensi geopolitik di Timur Tengah.

Data inflasi ini nantinya akan jadi salah satu pertimbangan Bank Indonesia dalam menentukan arah kebijakan moneter, terutama untuk menjaga stabilitas harga dan nilai tukar rupiah.

Faktor Global Masih Menekan

Dari sisi global, dolar AS cenderung stabil setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan rencana untuk membuka kembali akses di Selat Hormuz, termasuk memandu kapal-kapal komersial yang sempat terhambat akibat konflik dengan Iran.

Namun, pasar masih merespons hati-hati karena efektivitas langkah tersebut dianggap belum pasti dalam meredakan gangguan di jalur energi global.

Selama konflik AS-Iran masih berlangsung, risiko di pasar energi tetap tinggi. Situasi ini membuat investor global lebih berhati-hati, yang pada akhirnya ikut menekan mata uang negara berkembang seperti rupiah.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.