Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah Cs Langsung Tertekan

Timur Tengah Memanas Lagi, Rupiah Cs Ikut Tertekan

Jakarta, BFDCnews.com – Mata uang Asia kembali ramai-ramai melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Rupiah pun ikut tertekan di tengah kembali memanasnya konflik Timur Tengah dan naiknya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Mengacu data Refinitiv pukul 09.19 WIB, delapan dari 10 mata uang Asia tercatat melemah. Peso Filipina menjadi yang paling tertekan, turun 0,35% ke PHP62,622 per dolar AS. Rupiah menyusul dengan pelemahan 0,28% ke level Rp17.760 per dolar AS.

Baht Thailand turun 0,15%, ringgit Malaysia melemah 0,14%, yen Jepang turun 0,09%, dolar Singapura terkoreksi 0,05%, yuan China melemah 0,03%, dan dolar Taiwan turun 0,02%.

Sementara itu, won Korea Selatan justru menguat 0,19%. Rupee India bergerak stagnan.

Tekanan terhadap mata uang Asia terjadi saat dolar AS kembali perkasa. Indeks dolar AS (DXY) naik 0,11% ke 99,788, melanjutkan penguatan 0,25% pada perdagangan sebelumnya.

Salah satu pemicunya adalah konflik Timur Tengah yang kembali memanas. Serangan udara AS ke Iran pada Selasa dibalas Iran, memicu kekhawatiran eskalasi yang lebih besar. Kondisi ini turut mendorong harga minyak naik. Brent menguat 0,92% menjadi US$95,52 per barel, sementara WTI naik 0,89% ke US$91,02 per barel.

Situasi geopolitik tersebut membuat investor cenderung memburu aset safe haven seperti dolar AS. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun yang naik ke 4,8% juga membuat aset berbasis dolar semakin menarik.

Di sisi lain, pasar kini semakin memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada September. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga kini mencapai 67%, naik dari sekitar 40% pada pekan sebelumnya.

Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati data tenaga kerja AS yang dirilis Jumat. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.