IHSG Koreksi 1%, Ada Apa Nih?

Jakarta — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini kelihatan loyo. Sampai pukul 10.17 WIB, IHSG turun 85,81 poin atau sekitar -1,18% ke level 7.216,31.

Kalau dilihat dari pergerakan saham, yang turun ada 338 saham, yang naik 318, dan 302 lainnya stagnan. Nilai transaksinya juga cukup gede, tembus Rp23,8 triliun dari hampir 14,8 miliar saham yang diperdagangkan.

Padahal awalnya IHSG sempat dibuka di zona hijau, naik tipis 0,16% ke level 7.313,66. Tapi baru lima menit jalan, langsung kena koreksi dan turun ke zona merah.

Menariknya, sehari sebelumnya pasar keuangan Indonesia—mulai dari IHSG sampai rupiah—sempat kompak menguat setelah libur panjang Lebaran. Sentimen positif waktu itu datang dari harapan meredanya tensi geopolitik global.

Harapan ini muncul setelah Amerika Serikat dikabarkan lagi nyiapin proposal diplomatik buat meredakan konflik di Timur Tengah.

Tapi, meskipun sempat positif, pelaku pasar sekarang masih cenderung hati-hati. Mereka lagi mantau perkembangan konflik global, nunggu data ekonomi terbaru, dan juga melihat arah kebijakan dalam negeri.

Salah satu yang jadi sorotan tentu konflik antara Iran, AS, dan Israel yang sudah masuk minggu keempat sejak pecah di akhir Februari 2026.

Di tengah situasi yang masih panas, mulai muncul sinyal diplomasi. Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut sudah mengirim proposal damai ke Teheran lewat perantara militer Pakistan.

Proposal yang dikenal sebagai “Proposal 15 Poin” ini isinya cukup berat, termasuk soal pembongkaran program nuklir Iran dan penghentian pengayaan uranium.

Di sisi lain, harga minyak justru turun. Minyak WTI turun sekitar 2,2% ke US$90,32 per barel, sementara Brent turun ke US$102,22. Ini jadi kabar baik karena bisa meredakan kekhawatiran inflasi.

Dari dalam negeri, perhatian juga tertuju ke kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia membuka peluang penempatan dana pemerintah ke bank swasta, tapi dengan syarat ketat—hanya bank yang benar-benar sehat yang bakal dipertimbangkan.

Purbaya juga mengungkapkan pemerintah sudah menambah dana Rp100 triliun ke bank-bank Himbara dan Bank Jakarta. Total dana yang sudah ditempatkan sekarang sekitar Rp300 triliun.

Sementara itu, pasar Asia-Pasifik hari ini bergerak campur-campur. Ada yang naik, ada juga yang turun, seiring sikap Iran yang belum mau negosiasi langsung dengan AS, walaupun tetap meninjau proposal damai tersebut.

Bursa Jepang seperti Nikkei masih naik tipis, tapi Korea Selatan justru turun. Sementara pasar lain cenderung datar.

Dari AS, bursa Wall Street semalam ditutup menguat. Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak naik, memberi sedikit sentimen positif—meskipun belum cukup kuat untuk menahan IHSG tetap di zona hijau pagi ini.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.