Dolar AS Menguat Dikiiit Setelah Klaim Trump soal Iran

Dolar AS sedikit menguat pada perdagangan Selasa (24/3), seiring investor makin hati-hati menyikapi konflik antara AS-Israel dan Iran. Pasar masih ragu soal penyelesaian cepat, meski Presiden Donald Trump menunda rencana serangan ke jaringan listrik Iran.

Trump sebelumnya bilang di platform Truth Social kalau komunikasi dengan Iran berjalan “positif” dan produktif, bahkan bisa arahkan ke penyelesaian konflik Timur Tengah. Tapi Iran membantah ada negosiasi langsung. Perbedaan pernyataan ini plus serangan terbaru bikin pasar bergerak naik-turun.

Rodrigo Catril, ahli strategi mata uang di National Australia Bank, bilang, “Berita semalam memberi sedikit jeda untuk volatilitas, tapi susah lihat ini bikin orang berani ambil risiko.” Dia menambahkan, pelaku pasar masih skeptis, apakah langkah Trump benar-benar awal negosiasi atau cuma penundaan sementara.

Di pasar mata uang:

  • Poundsterling turun 0,49% ke USD 1,3388
  • Euro melemah 0,3% ke USD 1,1583
  • Dolar Australia turun 0,6% ke USD 0,6968
  • Dolar Selandia Baru turun 0,5% ke USD 0,5832
  • Yen Jepang melemah ke 158,73 per dolar, setelah inflasi inti Februari cuma 1,6%, di bawah target bank sentral 2%

Harga minyak sempat naik tipis setelah sebelumnya anjlok lebih dari 10%. Brent kembali ke USD 100,94 per barel, karena kekhawatiran pasokan global tetap ada. Chris Weston dari Pepperstone bilang, pasar masih bingung apakah ini awal kesepakatan nyata atau cuma penundaan yang bikin ketidakpastian panjang.

Dolar AS sendiri sempat turun, tapi sekarang naik 0,2% ke posisi 99,387. Secara bulanan, indeks dolar sudah naik sekitar 1,8%, hampir catat kenaikan terbesar sejak Oktober, karena investor berburu aset aman di tengah konflik. Sim Moh Siong dari OCBC bilang penguatan dolar bisa lanjut, selama konflik belum menunjukkan tanda mereda.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun naik 7,7 basis poin jadi 3,90%, mencerminkan perubahan ekspektasi pasar soal arah suku bunga Federal Reserve.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.