Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diam-diam nambah lagi penempatan dana pemerintah ke perbankan sebesar Rp100 triliun, tepat sekitar seminggu sebelum Lebaran.
Langkah ini diambil karena dia melihat ada tanda-tanda likuiditas di pasar keuangan mulai seret. Indikasinya, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) sempat naik.
Menurut Purbaya, kenaikan yield jadi semacam “alarm”. Kalau naik sedikit mungkin masih normal, tapi kalau sudah naik cukup tinggi, biasanya ada masalah likuiditas di perbankan.
“Kalau yield naik, saya langsung cek, ada apa nih? Pas naik cukup tinggi, ternyata memang bank lagi kekurangan likuiditas. Ya sudah, saya masukin lagi dana ke sistem. Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah Rp100 triliun,” jelasnya santai.
Dari data Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dana pemerintah yang masih parkir di Bank Indonesia sebenarnya masih cukup besar, sekitar Rp400 triliun. Tapi Purbaya tetap memutuskan untuk “mengalirkan” sebagian ke perbankan, termasuk ke Bank Jakarta sekitar Rp2 triliun.
Ia bahkan mengaku awalnya ingin melakukan ini tanpa banyak sorotan. “Sebenarnya mau diam-diam aja, tapi ya ini kita jalan terus,” katanya.
Soal distribusi, penempatan dana Rp100 triliun ini dilakukan fleksibel, nggak kaku ke satu bank atau sektor tertentu.
Menariknya, bank swasta belum kebagian. Purbaya blak-blakan bilang dia masih hati-hati menempatkan dana negara ke bank swasta karena khawatir risiko hukum ke depan.
“Kalau swasta saya masih hati-hati. Nanti kalau ada apa-apa, repot juga. Tapi ke depan bisa aja dibuka, yang penting sehat,” ujarnya.
Untuk penggunaan dana ini, ternyata bukan langsung ke sektor riil. Purbaya bilang, dana ini kemungkinan besar akan dipakai bank untuk beli instrumen yang lebih aman seperti SBN.
Logikanya, kalau bank punya dana lebih, mereka cenderung cari instrumen yang gampang dan minim risiko—seperti beli obligasi negara. Nah, kalau permintaan SBN naik, yield-nya bisa turun lagi.
Jadi, langkah ini bisa bantu menahan kenaikan yield sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan menjelang Lebaran.
