Neraca Dagang RI Masih Cuan, Surplus Sudah 71 Bulan Berturut-turut

BFDCnews.com, Jakarta — Kabar bagus dari perdagangan Indonesia. Neraca dagang RI kembali surplus di Maret 2026, bahkan tembus US$3,32 miliar.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ini berarti Indonesia sudah mencatat surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Lumayan konsisten!

Angka surplus Maret ini juga jauh lebih tinggi dibanding Februari yang “cuma” US$1,27 miliar.

Dari sisi ekspor, nilainya mencapai US$22,53 miliar, naik tipis dibanding tahun lalu. Tapi nggak semua sektor naik—ekspor migas justru turun, begitu juga beberapa komoditas nonmigas seperti minyak nabati, kakao, dan rempah-rempah.

Sementara itu, impor tercatat US$19,21 miliar, naik sedikit dibanding tahun lalu. Kenaikan ini banyak didorong oleh impor barang nonmigas.

Menurut Deputi BPS Ateng Hartono, surplus ini terutama ditopang oleh sektor nonmigas, dengan kontribusi sekitar US$5,21 miliar. Komoditas seperti minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja jadi penyumbang utama.

Sebelumnya, para ekonom sempat memprediksi surplus di kisaran US$2,3–2,5 miliar. Ternyata hasilnya malah lebih tinggi dari perkiraan.

Beberapa faktor yang bantu dorong surplus ini antara lain permintaan ekspor yang masih kuat dari negara seperti China, India, hingga negara ASEAN, plus harga komoditas seperti nikel dan energi yang masih cukup tinggi.

Meski begitu, ada juga catatan. Ekspor CPO (minyak sawit) sempat turun cukup dalam secara bulanan, jadi jadi salah satu faktor penahan.

Intinya, neraca dagang Indonesia masih cukup solid. Meski ada tekanan di beberapa sektor, performa ekspor secara keseluruhan masih cukup kuat buat jaga posisi tetap surplus.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.