Pemerintah Pastikan Subsidi BBM Aman Hingga 2026

Jakarta – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kondisi ekonomi Indonesia masih cukup kuat meski harga minyak dunia lagi melonjak gara-gara konflik di Timur Tengah.

Pemerintah bahkan yakin dampaknya masih bisa ditahan sampai sekitar 10 bulan ke depan tanpa harus mengurangi subsidi BBM.

Mengutip Xinhua, Selasa (14/4/2026), Airlangga bilang subsidi untuk solar dan BBM lainnya tetap akan dijaga sampai akhir 2026. Soalnya, kondisi kas negara dinilai masih cukup untuk menutup selisih harga.

Saat ini, harga minyak dunia memang lagi tinggi banget, sudah tembus di atas USD100 per barel. Kenaikan ini dipicu konflik setelah serangan AS dan Israel ke Iran, yang mengganggu jalur distribusi energi penting di Selat Hormuz.

Padahal, dalam APBN 2026, pemerintah sebenarnya hanya mengasumsikan harga minyak di level USD70 per barel.

Dengan asumsi itu, setiap kenaikan USD1 harga minyak bisa nambah beban negara sekitar Rp6,8 miliar.

Meski jadi beban tambahan, Indonesia tetap memilih mempertahankan subsidi. Alasannya, supaya ekonomi tetap stabil, inflasi terkendali, dan daya beli masyarakat—terutama yang berpenghasilan rendah—tetap terjaga.

Selain itu, pemerintah juga mulai cari alternatif pemasok minyak dari negara lain. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan impor minyak dari Timur Tengah yang selama ini mencapai sekitar 20–25%.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.