JAKARTA, BFDCnews.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa cerita kalau Indonesia sempat ditawari pinjaman jumbo dari lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia.
Jumlahnya nggak main-main, bisa sampai puluhan miliar dolar AS. Tawaran ini memang disiapkan buat negara-negara yang butuh dana di tengah kondisi ekonomi global yang lagi nggak pasti.
“World Bank dan IMF nawarin pinjaman, ada yang sampai 30–40 miliar dolar, bahkan 25–30 miliar dolar juga. Intinya kalau mau pakai, silakan,” kata Purbaya saat acara pelantikan pejabat di Kemenkeu, Selasa (21/4).
Tapi, pemerintah Indonesia ternyata santai aja—dan memilih buat nggak ambil tawaran itu. Alasannya, kondisi keuangan negara dinilai masih cukup kuat, jadi belum perlu nambah utang baru.
Purbaya bilang, Indonesia masih punya cadangan likuiditas sekitar 25 miliar dolar AS yang bisa dipakai buat jaga stabilitas.
“Saya bilang, sekarang belum butuh, karena kita masih punya cadangan hampir 25 miliar dolar. Jadi masih aman,” ujarnya.
Dia juga sempat bercanda soal reaksi pihak pemberi pinjaman.
“Wah mukanya langsung asem, karena jadi nggak bisa minjamin duit. Nggak jadi dapat bunga mereka,” tambahnya.
Menurut Purbaya, keputusan ini nunjukin kalau pengelolaan keuangan negara sekarang makin solid, hasil dari berbagai reformasi fiskal beberapa tahun terakhir.
Dengan cadangan yang ada, pemerintah merasa lebih siap menghadapi tekanan global tanpa harus bergantung ke utang luar negeri.
Dia juga mengakui, dalam kondisi normal, nyimpen cadangan besar mungkin kelihatan kurang efisien. Tapi di situasi global yang lagi penuh ketidakpastian kayak sekarang, justru jadi “tameng” penting.
“Kalau kondisi normal, uang nganggur sebanyak itu mungkin terasa aneh. Tapi di situasi sekarang, ya boleh juga jadi cadangan,” jelasnya.
Ke depan, Purbaya menegaskan pemerintah tetap bakal hati-hati dalam ambil keputusan, termasuk soal utang.
“Semua risiko kita hitung. Mana yang bisa diambil, mana yang harus dihindari. Jadi kebijakan itu dibuat berdasarkan perhitungan, bukan asal tebak,” tutupnya.
