Rupiah Hari Ini Naik Tipis, Akhirnya Keluar dari Rp 16.900-an

Rupiah Dibuka Melemah, Sentuh Rp17.112 per Dolar AS

Jakarta – Rupiah mulai keliatan “segar” lagi di pekan pertama setelah libur Lebaran 2026, tepatnya Kamis (26/3/2026).

Nilai tukar rupiah ditutup naik tipis, sekitar 7 poin terhadap dolar AS. Sempat sih naik lebih tinggi sampai 15 poin ke Rp 16.904, dibanding penutupan sebelumnya di Rp 16.895, tapi akhirnya turun sedikit di akhir perdagangan.

Menurut Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, penguatan rupiah ini nggak lepas dari perkembangan situasi global, terutama kabar soal pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran terkait konflik di Timur Tengah.

Ibrahim bilang, pasar lagi memperhatikan sinyal diplomatik dari Iran. Kabarnya, pejabat di sana sedang mengkaji proposal yang didukung AS untuk meredakan konflik.

Tapi ya, kondisi pasar masih belum sepenuhnya tenang. Iran sendiri secara terbuka membantah adanya negosiasi langsung dengan AS, jadi bikin situasi makin abu-abu. Hal ini bikin pelaku pasar cenderung hati-hati dalam ambil langkah.

“Karena belum jelas arahnya, trader jadi lebih waspada. Apalagi harga minyak juga lagi cenderung melemah hari Kamis,” jelas Ibrahim.

Walaupun begitu, rupiah tetap bisa menguat di tengah harga minyak dunia yang lagi naik-turun dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan, harga minyak Brent sempat melonjak di atas US$ 119 per barel di awal bulan karena kekhawatiran soal gangguan pasokan.

Salah satu yang masih jadi perhatian adalah Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia. Kalau sampai ada gangguan di sana, harga minyak bisa naik lagi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.