Harga Minyak Dunia Turun Tipis Pagi Ini, Brent & WTI Ikut Melemah

Harga Minyak Melonjak ke US$101 Gara-Gara AS dan Iran

BFDCnews.com – Harga minyak dunia mulai turun tipis di perdagangan Selasa (5/5/2026), setelah sebelumnya sempat melonjak cukup tinggi.

Penurunan ini muncul setelah ada sinyal kalau Amerika Serikat (AS) mulai melonggarkan penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Harapannya, pasokan energi dari Timur Tengah bisa kembali mengalir, meski belum sepenuhnya normal.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent untuk kontrak Juli turun sekitar 0,6% ke US$113,76 per barel, setelah sebelumnya sempat naik 5,8%. Sementara itu, minyak WTI juga ikut terkoreksi 1,5% ke level US$104,83 per barel, setelah sehari sebelumnya naik 4,4%.

Penurunan ini terjadi setelah AS melakukan operasi untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Bahkan, salah satu kapal berbendera AS dilaporkan berhasil keluar dari Teluk dengan pengawalan militer, yang sedikit meredakan kekhawatiran soal gangguan pasokan.

Tapi, kondisi ini belum sepenuhnya aman. Jalur pelayaran memang mulai dibuka, tapi masih terbatas dan sifatnya sementara.

Di sisi lain, tensi di kawasan masih tinggi. Iran dilaporkan melakukan serangan di wilayah Teluk sebagai respons atas langkah AS, dan beberapa kapal komersial juga ikut terdampak. Bahkan, ada laporan pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab sempat terbakar akibat serangan.

Perlu diingat, Selat Hormuz itu jalur super penting—sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia lewat sini setiap hari. Jadi, sedikit gangguan saja bisa langsung berdampak ke harga global.

Situasi ini jadi eskalasi terbesar sejak gencatan senjata diumumkan beberapa minggu lalu dalam konflik AS, Israel, dan Iran.

Di tengah kondisi ini, CEO Chevron Mike Wirth bilang tanda-tanda kekurangan pasokan minyak mulai terlihat di berbagai wilayah. Goldman Sachs juga menyebut stok minyak global sekarang sudah mendekati level terendah dalam delapan tahun terakhir.

Artinya, meskipun ada sedikit perbaikan di jalur distribusi, risiko terhadap pasokan minyak dunia masih tinggi. Jadi ke depan, harga minyak masih berpotensi naik lagi kalau situasi memanas.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.